Kamis, 07 Agustus 2014

Cara Mudah Menjual Rumah


Rumah dan properti lain yang Anda miliki merupakan instrumen investasi. Hanya, properti tidak secair emas atau saham. Karena itu, Anda perlu meningkatkan nilai jual dan daya tariknya agar cepat terjual. 

Neil Walton, Managing Broker untuk 360dwellings Real Estate di Denver, Colorado, Amerika Serikat, punya cara mudah dan efektif meningkatkan kesempatan Anda menjual rumah. Menariknya, cara Walton ini tidak membutuhkan biaya sama sekali.
 
Pertama, sembunyikan semua foto pribadi yang ada di rumah Anda. Cara ini membuat orang-orang yang datang, para calon pembeli, bisa mempertimbangkan rumah Anda sebagai rumahnya sendiri. Berikan kesempatan bagi mereka untuk membayangkan kehidupannya terjadi di rumah Anda.
 

Nih... Beberapa "PR" untuk Pemerintahan Mendatang!


Indonesia Property Watch (IPW) mengkhawatirkan prioritas pemerintah akan datang yang diperkirakan akan tidak jauh berbeda dalam penerapan pola kebijakan untuk sektor perumahan rakyat. Pemerintah baru tersebut seharusnya sudah memikirkan landasan yang jelas sebelum berbicara mengenai kebijakan perumahan.

IPW juga menyesalkan intervensi yang dilakukan pemerintah dalam sektor perumahan publik yang masih berupa wacana dan belum bisa mengatasi kekurangan rumah.

"Intervensi dan proteksi pemerintah terhadap 'public housing' masih sebatas wacana dan tidak dapat diimplementasikan di lapangan," kata Direktur Eksekutif IPW, Ali Tranghanda, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (7/8/2014). 

Jakarta, Tuan Rumah Kongres Dunia Para Wali Kota


Jakarta akan menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan Eastern Regional Organization for Planning and Human Settlements (EAROPH) World Congress ke-24. 

Acara bertajuk "Towards Resilient and Smart Cities: Innovation, Planning, and Determination in Managing Major Cities of the World tersebut akan diadakan mulai Minggu (10/8/2014) hingga Rabu (13/8/2014) mendatang.
 
Menurut Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP), Bernardus R. Djonoputro, acara ini akan dihadiri oleh 27 walikota dari seluruh dunia. Termasuk pemimpin kota-kota ternama di Indonesia. Para walikota akan membahas kondisi kota-kota dunia bersama pakar dan praktisi.
 

Minggu, 03 Agustus 2014

"Jokowi Harus Prioritaskan Rumah Rakyat"


Pemerintahan baru Presiden Indonesia terpilih, Joko Widodo (Jokowi), diharapkan bisa menuntaskan program rumah murah yang sempat terputus selama pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Pasalnya, program tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang rumah murah. 

Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Fuad Zakaria mengatakan, saat Megawati menjabat sebagai Presiden, program tersebut sempat berjalan dengan nama Gerakan Nasional Pengembangan Satu juta Rumah (GNPSR). 

"Sebetulnya saat ini momentum yang pas untuk menghidupkan kembali misi perumahan tahun 2004," kata Fuad di Bandung, Sabtu (2/8/2014). 

Lebih lanjut Fuad menambahkan, untuk kembali menjalankan program tersebut, Jokowi harus memilih sosok Menteri Perumahan Rakyat yang tepat dan dengan dukungan penuh dari rakyat.

"Tinggal menterinya membuat solusi dan terobosan dengan melobi, koordinasi dan sosialisasi untuk membuat program jangka pendek, menengah, dan jangka panjang," tuturnya. 

Fuad menjelaskan, pemerintah saat ini masih memiliki hutang (backlog) rumah murah sebanyak 15 juta unit. Dengan kata lain, lanjutnya, selama 10 tahun pembangunan perumahan murah untuk rakyat jalan ditempat. 

"Saat Megawati jadi presiden, backlog  masih 4 Juta rumah dan pertumbuhan kebutuhan 700 ribu pertahun. Tapi program itu tidak dijalankan menterinya karena keburu lengser," ucapnya. 

Jokowi pun diharapkan bisa membuat sebuah warisan baru untuk menutup seluruh kebutuhan rumah rakyat yang saat ini pertumbuhan kebutuhannya mencapai 800 ribu unit per tahun. Jokowi harus mampu membangun satu juta setengah rumah per tahun. Estimasi ini didasarkan pada kemungkinan Jokowi terpilih kembali pada 2019 mendatang, sehingga kekurangan rumah rakyat bisa tertutupi.

"Program perumahan nasional masih bisa berjudul GNPSR dengan perubahan sedikit seperti Gerakan nasional Pengembangan Satu Setengah Juta Rumah. Untuk waktu 20 tahun baru terpenuhi. Tentunya dengan menteri yang pas dan dukungan rakyat," imbuhnya. 

Adapun kriteria yang cocok untuk menempati posisi Menteri Perumahan Rakyat menurut Fuad adalah orang yang benar-benar mengetahui dan memahami masalah perumahan secara menyeluruh baik subsidi maupum komersial, kepemimpinan yang kuat, berpengalaman di bidang perumahan dan managemen kolektif.
*Sumber : KOMPAS.Com


Baca Juga disini :
Langkah Cerdas Untuk Menjadi Developer Properti
Contoh Desain Properti Rumah Idaman Anda
Cara Jualan Properti Via Online
Sistem Informasi Developer Properti

Selasa, 22 Juli 2014

MENGAPA PARA DEVELOPER HARUS MENGGUNAKAN SID PRO ?


Bisnis developer properti adalah salah satu bisnis properti yang cukup komplek, mengapa? karena melibatkan banyak faktor & instansi di dalamnya. Pekerjaan yang dikerjakan pun tidak sedikit mulai dari aspek legalitas tanah, pemecahan sertifikat, perizinan mulai dari siteplan sampai dengan IMB, desain rumah dan pembangunannya sampai ke masalah marketing pemasaran produk rumah yang sudah disiapkan.

Sistem Informasi Developer (SID) Properti ini hadir untuk membantu para developer dalam merapihkan data konsumen dan transaksi penjualan di proyek. Karena tidak sedikit yang kurang rapih dalam hal pencatatan maupun perapihan catatan transaksi serta data konsumen. SID Pro merupakan salah satu solusi untuk developer ketika melakukan pengecekan data konsumen, data kavling yang  sudah terjual, laporan piutang dan transaksi pembayaran konsumen.

Alasan Mengapa Anda HARUS membeli Produk SID-Properti.com ini SEKARANG JUGA! Karena bukan sekedar SID saja yang akan Anda peroleh, namun Anda juga akan memperoleh BONUS TAMBAHAN sebagai berikut :

Rabu, 16 Juli 2014

Worksop Properti: WORKSHOP "LANGKAH CERDAS BISNIS PROPERTI"

Worksop Properti: WORKSHOP "LANGKAH CERDAS BISNIS PROPERTI": WORKSHOP "LANGKAH CERDAS BISNIS PROPERTI"   (Seat Terbatas!) With Aryo Diponegoro , 30 Agustus 2014 Hotel Aston Rasuna...

Senin, 14 Juli 2014

Siapa Pun Presidennya, Bikin Program Perumahan yang Bagus untuk Rakyat!



Asosiasi pengembang Realestat Indonesia (REI) enggan membuat prediksi terkait hasil hitung cepat pemilihan umun (pemilu) Presiden RI, Rabu (9/7/2024) lalu. Ketua DPP Realestat Indonesia (REI) Eddy Hussy hanya berpesan untuk menunggu hasil resminya 22 Juli 2014 mendatang.

"Ini masih sangat dini, satu sama lain mengklaim kemenangan ini. Kita tunggu setelah pengumuman resmi, 22 Juli. Bagaimana kebijakan ke depan, baru kita lihat. Kita tidak buat prediksi, yang penting semua berjalan damai, cepat, dan sukses," ujar Eddy.

Menurut Eddy, kedua calon punya gambaran besar yang bagus soal perumahan rakyat. Hanya saja, Eddy berharap agar wakil yang duduk di kabinet bisa membuat program bagus. Tidak hanya untuk pengusaha, namun juga untuk pemerintah sendiri, dan masyarakat.

Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Utama Margahayu Land, sekaligus Sekjen DPP REI Hari Raharta Sudrajat. Menurutnya, siapa pun presidennya, yang penting tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan.

"Siapapun presiden, yang penting tidak ada apa-apa. Jadi, yang mau beli rumah, yang mau jual rumah, semuanya tenang. Seperti hasil debat tim sukses calon presiden yang diadakan REI, keduanya sudah punya kepedulian terhadap rumah rakyat. Siapapun pemerintahnya, tinggal dipertajam saja, kalau benih kepedulian sudah ada," pungkas Hari.

Sumber : KOMPAS.com